Cara Mengembangkan Kecerdasan Anak Kreatif dan Berbakat



Anak cerdas dapat memecahkan berbagai persoalan yang dihadapinya dengan cara yang efektif, tidak takut melakukan kesalahan, mau berusaha dan mengambil resiko hingga mendapatkan ide yang inovatif.
Namun, banyak orang tua menganggap anak yang pandai adalah anak yang unggul secara akademik tanpa menyadari bahwa kreatifitas dan bakat juga perlu dibangun agar anak berhasil dalam kehidupan. Tantangannya adalah bagaimana mendidik anak agar menjadi unggul secara akademik dan juga kreatif ?
Yelia Dini Puspita, M.Psi., dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPTUI) mengatakan, kreativitas adalah kemampuan untuk berpikir secara berbeda sehingga menghasilkan pemecahan masalah yang unik yang tidak dipikirkan oleh kebanyakan orang. Yelia berpendapat, anak yang kreatif biasanya juga adalah anak yang cerdas. Namun tidak sebaliknya. “Anak yang cerdas secara akademis namun tidak kreatif, biasanya hanya terpaku pada satu sudut pandang.” Karena itu, penting bagi orang tua untuk bisa membentuk karakter anak yang cerdas secara akademis juga kreatif.


Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah mengajari anak-anak kita sejak dini untuk mempelajari bermacam-macam Bahasa, minimal dua bahasa. Menguasai bahasa asing kini pun sudah menjadi keharusan jika ingin bersaing di dunia kerja dan Pendidikan. Namun selain alasan-alasan tersebut, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa berbicara labih dari satu bahasa sebenarnya menyehatkan, terutama untuk bagian otak juga penting untuk mengembangkan kecerdasan otak. Beberapa manfaat pentingnya menguasai bahasa asing antara lain :
  • Fleksibilitas kognitif yang lebih baik
  • Otak menjadi lebih tajam dan kritis
  • Melihat kata secara berbeda
  • Menunda penyakit Alzheimer (pikun)
  • Kemampuan memecahkan masalah
  • Otak lebih cepat saat beralih dan beradaptasi terhadap tugas-tugas yang diberikan
  • Pengambilan keputusan yang baik yang sifatnya cenderung rasional

Anak-anak kita yang masih tahap pertumbuhan dan perkembangan merupakan usia emas untuk menciptakan dan mengembangkan kecerdasan juga kekreatifannya. Karena pada usia yang demikian otak anak masih dalam tahap pertumbuhan sehingga apabila dilatih sejak usia dini, maka hasilnya akan memberikan yang terbaik bagi anak kita juga bagi orang tuanya.

Berikut beberapa cara diantaranya :

Bermain Game Otak
Permainan puzzles seperti sudoku dan teka-teki silang dapat meningkatkan kemampuan mengingat dan menghambat penurunan kemampuan kognitif. Menurut dr. Marcel Danesi, penulis buku Extreme Brain Workout, bermain permainan otak akan mengaktifkan hantaran rangsang pada semua area pada otak, termasuk ingatan dan kecerdasan.

Makan Makanan yang Tepat
Menurut dr. Gary Small, direktur Klinik Memori di Univercity of California Los Angeles, makanan yang kaya akan antioksidan seperti sayur dan buah dapat mencegah kerusakan otak akibat radikal bebas. Dia  juga menekankan pada karbohidrat berglikemik (berkadar gula) rendah seperti oatmeal dan gandum utuh dan apapun yang mengandung asam lemak omega 3. Faktanya, para ahli syaraf menemukan, orang yang kurang mengonsumsi asam lemak omega 3, rata-rata memiliki kualitas otak yang lebih “tua” dalam hasil pemindaian (scanning) otaknya dibandingkan mereka yang cukup.
Banyak anak yang tidak menyukai sayur-sayuran, maka hendaknya orang tua mampu menyiasatinya demi kebaikan anak kita. Misal sayuran tersebut dibuat hidangan yang lebih menarik seperti kue, dicampurkan dalam nugget, pentol baso, atau yang  lainnya.

Hentikan Multitasking (Tugas Berganda secara Bersamaan)
Hindarkan anak melakukan multitasking pada banyak hal yang dikerjakannya. Otak hanya mampu melakukan sebuah aktivitas dan beralih ke aktivitas lainnya setelah selesai. Dengan melakukan multitasking, otak akan terbebani dan mudah melupakan apa yang sedang dilakukan sebelumnya.



Pelajari Hal-Hal Baru
Sebuah study di Swedia menemukan, mempelajari bahasa baru cenderung lebih mudah menghafal nama. Hal ini ternyata juga berlaku untuk kemampuan-kemampuan baru seperti menjahit ataupun bermain ski, ujar para peneliti.

Cukup  Tidur
Para peneliti menemukan bahwa kurang tidur dapat melemahkan ingatan. Dan studi dalam jurnal dilaporkan, untuk mencegah penurunan kemampuan otak dibutuhkan tidur berkualitas yang cukup. Mereka pun merekomendasikan untuk tidur berkualitas.

Olahraga
Sebuah studi asal Univercity of California mengatakan, olahraga dapat memberikan manfaat yang luar biasa pada kesehatan otak. Para peneliti percaya olahraga dapat meningkatkan senyawa dalam otak, yakni norepinefrin (sejenis hormone dalam otak) yang memiliki peran penting dalam pembentukan memori. Maka hendaknya orang tua meluangkan waktu untuk bisa berolahraga bersama karena menjalin hubungan bersama anak akan menambah rasa cinta anak dan memperdalam kasih sayang orang tua disamping pula beberapa manfaat untuk perkembangan otak anak.
Selain mengembangkan kecerdasan dengan membangun beberapa hal yang telah tersebut di atas, ada baiknya para orang tua juga memahami mengenai bakat dan kemampuan anak. Jangan salahkan anak apabila mendapat nilai yang kurang memuaskan dalam bidang tertentu karena tidak keseluruhan bidang studi di sekolah mampu diterima dan dipahami oleh anak kita. Sebagai orang tua yang bijaksana hendaknya mampu memahami bagaimana yang menjadi keahlian dan minat anak sehingga kita bisa fokus pada kelebihan mereka dan tidak salah kaprah memberikan pendidikan karena kekurangan anak kita. Menjalin komunikasi dan membangun lingkungan nyaman yang kondusif serta memperhatikan perkembangan dan pertumbuhan anak kita akan membantu kita untuk menentukan bagaimana cara kita menyikapi gaya belajar anak dan membentuk karakter pribadi anak kita yang cerdas dan kreatif.
Be Wise Mom !

#AnakCerdasItu
#DukungCerdasnya