Kenalilah Anak Anda! Jangan Sampai Salah Mendidik Anak.



Di era sekarang dimana zaman kemajuan teknologi yang semakin mendunia, maka kemajuan banyak menuntut berbagai kemampuan dalam memenuhi aspek kebutuhan manusia. Perkembangan pesat dari fashion, kesehatan, teknologi, maupun pendidikan. Di era yang maju ini tak sedikit orang yang meningkatkan aspek-aspek dalam diri mereka untuk mengikuti persaingan kemajuan. Dalam hal ini, penulis akan membahas mengenai aspek pendidikan yang tepat untuk diedukasikan pada anak-anak sehingga anak-anak kita menjadi pribadi cerdas dengan perkembangan globalisasi.



Peran Serta Orang Tua dalam Pendidikan Anak di Masa Kini
Di zaman yang serba maju ini, tak sedikit orang tua yang menuntut pendidikan yang terbaik bagi anaknya. Pendidikan yang terbaik memang baik bagi anaknya, namun setidaknya orang tua juga tidak melupakan kemampuan yang dimiliki oleh anaknya. Sebagai contoh adalah metode pengajaran. Tidak semua anak mampu menyelesaikan semua materi yang diterimanya dengan sempurna. Sebuah kesalahan apabila orang tua menuntut kesempurnaan dalam pendidikan anak di sekolah formal yang hanya dinilai dari nilai-nilai raport yang diberikan setiap semester tanpa mengetahui,"Sebenarnya apa yang menjadi keahlian dan bakat dari anak saya ?" atau "Bagaimana bisa anak saya memperoleh nilai merah dalam belajar di sekolah, padahal setiap hari di selalu belajar dan tidak pernah bolos ?" 
Ada banyak alasan yang akan orang tua temukan dalam pertanyaan-pertanyaan tersebut, salah satunya adalah pola pikir atau daya pikir yang dimiliki anak, minat dan bakat anak, dan lain-lain.

Di samping itu, ada beberapa aspek yang dapat orang tua pahami dalam mendidik anak-anak zaman now, Silahkan kunjungi  Pahami, 6 Aspek Mendidik Remaja

Cara Mengetahui Bakat Anak Sejak Dini
Bakat sendiri merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang yang berasal dari dalam dirinya sendiri yang mana bisa diturunkan dari orang tua ataupun memang bakat alami yang dimiliki seseorang. Tentunya sebagai orang tua penting untuk mengetahui bakat anak sejak dini agar bisa mengarahkan sebaik mungkin bakat-bakat tersebut sehingga lebih maksimal seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan anak.

1. Memperhatikan Kebiasaan dan Kesukaan Anak
Kebiasaan, minat, hobi, kesukaan, dan hal-hal yang yang sering anak lakukan perlu anda perhatikan. Karena bakat dan kemampuan anak akan cenderung muncul mengikuti apa yang dilakukan oleh anak. Dalam pengertiannya, apapun yang anak lakukan pasti mencerminkan apa yang anak minati dan sukai sehingga hal tersebut dapat membantu anda sebagai orang tua dalam menetukan pola pendidikan yang baik sesuai dengan ability yang dimiliki anak anda.
2. Membiarkan Anak Mengeksplorasi Kemampuan Yang Dimiliki


Membiarkan anak mencoba hal-hal baru yang positif dan mengeksplorasi dunia yang diminati oleh anak dapat membantu anak dalam mengembangkan pengetahuannya secara langsung atau praktikal. Anda jangan sekali-kali membatasi anak anda dalam mengeksplorasi dunianya karena dapat menghambat pertumbuhan anak anda sendiri. Anda sebagai orang tua cukup mengawasi anak anda dan sesekali dapat terjun langsung mengeksplor dunia bersama.
3. Membangun Komunikasi Positif
Sebagai orang tua tentunya anda harus memberikan perhatian pada anak anak anda namun tetap dalam batasan yang wajar. Yang dimaksud dengan wajar ini adalah anak tidak boleh terlalu dimanja dan anak juga tidak terlalu boleh untuk diabaikan, sehingga takarannya harus benar benar proporsional. Untuk mengetahui bakat anak, anda juga bisa langsung bertanya pada anak berhubungan dengan hal-hal yang menjadi kegemarannya, cita-cita, hobi, ataupun hal-hal yang ingin dilakukan.
Melalui komunikasi yang positif, maka akan membuat anda lebih mudah mengetahui bakat yang dimiliki oleh anak. Melalui komunikasi yang positif pula, maka anda bisa membentuk ikatan emosional antara orang tua dengan anak sehingga nantinya anak bisa merasa lebih dekat dengan orang tua. Dengan kondisi tersebut tentu membuat anda leluasa untuk bisa mengetahui hal-hal apapun yang berkaitan dengan anak anda.
4. Menempatkan Anak Di Posisi Terdekat
Biasanya bakat-bakat yang dimiliki oleh anak akan mudah terlihat saat kondisi anak sedang dalam keadaan terdesak atau terancam. Sehingga hal ini membuat kemampuan yang dimiliki selama ini dapat muncul. Cara ini banyak dilakukan para orang tua agar bisa mengetahui bakat terpendam dalam diri anak. Misalnya saja, coba untuk memberikan anak PR dalam jangka waktu yang mendesak. Kondisi ini bisa membuat anak mencoba berpikir cepat untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dimilikinya.
5. Memberikan Waktu Yang Cukup Untuk Bersosialisasi
Anda juga bisa memberikan kesempatan anak untuk bersosialisasi dan berkomunikasi dengan teman-teman sebaya nya. Dengan cara ini anak bisa saling menunjukkan kemampuan dan bakat yang dimilikinya kepada teman-teman dalam lingkungannya dengan pertimbangan bahwa teman-teman sosialisasi teman anak anda bukanlah teman yang menjerumuskan dalam hal jelek. Maka orang tua juga harus jeli dalam mengawasi perkembangan sosial anaknya.
Dengan mengamati kebiasaan anak yang ditunjukkan saat bersosialisasi dengan teman-temannya, bisa menjadi cara alternatif untuk mengetahui bakat yang dimiliki oleh anak. Ingat, bakat bukanlah hal yang selalu berkaitan akademik atau olahraga namun juga bisa dalam hal kecakapan saat berkomunikasi dan berinteraksi dengan banyak orang.
6. Mengikutkan Anak Ke Beberapa Perlombaan
Langkah lainnya yang bisa anda lakukan adalah dengan mengikutkan anak ke beberapa perlombaan, namun ingat semua hal tersebut haruslah sesuai dengan persetujuan anak-anak. Bakat dan minat yang dimiliki anak anak tersebut bisa anda amati dari perlombaan yang diikuti anak anak. Hasil perlombaan yang memiliki pencapaian tertinggi bisa menjadi indikasi jika kemampuan anak lebih dominan pada hal tersebut.
Ketika mengikutkan anak pada perlombaan tersebut, jangan memberi target yang terlalu besar yang hanya akan membuat anak anak menjadi tertekan. Yang ada malah tidak akan membuat anak tampil maksimal namun hanya akan terbebani dengan target yang sudah anda tentukan. Hal yang paling bijak adalah dampingi anak ketika mengikuti perlombaan tersebut dengan memberikan banyak dorongan positif yang dapat menguatkan anak.

7. Mengajarkan Anak Untuk Bekerja Keras
Misalnya saja, ketika anak meminta uang kepada anda maka anda bisa mencoba untuk menumbuhkan sikap pekerja keras dalam diri anak anda. Untuk meminta uang, anda bisa meminta anak untuk melakukan pekerjaan terlebih dahulu seperti merapikan kamar, mencuci sepeda, belajar, dan lainnya. Tujuan dari cara ini adalah agar bisa mengajarkan kepada anak untuk mendapatkan sesuatu dibutuhkan kerja keras.
8. Beri Kebebasan Anak Untuk Memilih
Banyak kasus dimana orang tua bisa salah paham dengan bakat yang dimiliki anak sehingga meminta anak untuk melakukan sebuah aktivitas tanpa berkomunikasi terlebih dahulu dengan anak. Hal ini merupakan sebuah hal yang harus dihindari karena bisa membuat anak malah kesulitan menemukan bakat yang dimilikinya. Untuk itu berikan keleluasaan kepada anak-anak anda untuk bisa memilih, memainkan, dan melakukan sendiri hal hal yang disukainya.
Selama hal tersebut masih wajar dan memiliki dampak positif, maka anda tetap bisa mendukungnya. Jangan sampai melarang anak melakukan sesuatu yang memang dirasa dapat membuat bakat anak semakin berkembang. Namun jika kegiatan tersebut memberikan dampak negatif pada anak anda, maka anda bisa memberikan penjelasan dan pengertian yang baik agar tidak melanjutkan hal tersebut.
9. Berkonsultasi Dengan Guru
Anda juga bisa mengetahui bakat yang dimiliki oleh anak melalui konsultasi dengan pihak guru di sekolah, terutama dengan guru kelas. Hal ini karena guru kelas memang memiliki tugas untuk mendidik dan mengajar anak anda setiap harinya di sekolah. Apalagi sebagi besar waktu anak dihabiskan di lingkungan sekolah, sehingga sebagian besar guru tentu mengetahui dan memahami bakat terpendam yang dimiliki anak.
Selain itu  guru kelas juga pasti memahami apa saja yang menjadi kelemahan dan kelebihan hingga bakat yang dimiliki anak anda. Oleh karena itu anda bisa mencoba berkonsultasi dengan guru mengenai bakat yang dimiliki oleh anak sekaligus mendiskusikannya. Rajin-rajinlah berkomunikasi dengan guru atau wali kelas anak anda untuk mengetahui perkembangan anak anda sehari-harinya di sekolah.
10. Tetap Mendukung 
Selama hal-hal yang dilakukan anak memiliki dampak positif, maka anda harus tetap mendukung kegiatan anak tersebut. Dengan dukungan anda, maka bisa membuat anak semakin mudah menemukan bakat yang terpendam di dalam dirinya. Dengan dukungan anda pula lah akan membuat anak merasa dihargai atas hal yang dilakukannya.


Pola Otak Manusia



Otak manusia memiliki cara masing-masing untuk belajar dan berkomunikasi dan tentunya berbeda antara pola satu dan yang lainnya. Diketahuia ada 3 pola belajar atau media komunikasi pada otak, yakni visual (melihat), auditori (mendengar), dan kinestetik (sentuhan dan gerakan).
“Bila diibaratkan anda membeli handphone baru, maka orang visual akan belajar cara penggunaannya dari manual book, sedangkan untuk orang auditori kan mempelajari cara penggunaannya dengan bertanya langsung pada si penjual ataupun teman yang menggunakan handphone yang sama dengan dirinya. Dan untuk orang kinestetik lebih mudah belajar dengan cara mengutak-atik handphone tersebut sendiri,” jelas Ir. Sutanto Windura, Brain Coach Leader, dalam acara seminar Peningkatan Sumber Daya Manusia melalui Brain Development Kemenkes di Hotel Paninsula, Jakarta.
Menurut Sutanto, pola belajar dapat dilihat dari cara bicaranya :


  1. Orang visual akan cenderung berbicara dengan tempo cepat dengan penekanan nada di akhir kata.
  2. Orang auditori akan cenderung bicara dengan tempo lebih lambat dengan bicara naik turun
  3. Orang kinestetik akan cenderung berbicara dengan tempo sangat lambat, suara ngebas dan banyak jeda

Otak seseorang memiliki pola komunikasi yang berbeda. Inilah yang menyebabkan tidak semua orang dapat dengan mudah berkomunikasi. Ketika seseorang yang pola komunikasinya visual, kemudian ia berbicara dengan orang yang pola komunikasinya auditori atau kinestetik seringkali tersendat. Hal ini disebabkan oleh media komunikasinya yang berbeda. Oleh karena itu kenalilah lawan bicara sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam menjalin komunikasi.

Bisa Diterapkan pada Anak


ciri orang dengan tipe visual, auditori, dan kinestetik

Prestasi anak yang cenderung dibawah rata-rata seringkali membuat orang tua menstigma anak dengan anggapan mereka bodoh, tidak mampu, dan sebagainya. Namun, orang tua yang bijaksana pasti akan mempertanyakan dan mencari tahu “mengapa prestasi anak saya tidak baik ?”
Kita mungkin pernah menemukan anak yang sangat aktif dan tidak bisa diam (anak kinestetik), atau anak yang suka sekali bicara atau bercerita panjang lebar (anak auditori), atau anak yang gemar menulis cerita kesehariannya di buku diary (anak visual). dari tingkah pola anak dalam kesehariannya inilah sebenarnya kita dapat menelusuri pola belajar yang tepat bagi mereka.

Berikut tipe-tipe dari pola belajar visual, auditori, dan kinestetik :


Gaya Belajar Visual
  • Cenderung menggunakan indera penglihatan
  • Lebih suka membaca
  • Memiliki tulisan yang bagus (rapi dengan stabillo atau penanda agar mudah dimengerti)
  • Peka terhadap warna
  • Catatan yang dibuat oleh orang visual biasanya berbentuk skema yang akan mudah mereka mengerti
  • Tetap dapat belajar di tengah situasi yang ramai (bahkan mereka senang belajar diiringi musik)
  • Biasanya melihat orang lain dahulu sebelum bertindak
Kelemahan
  • Tidak suka berbicara di depan umum
  • Kurang mengingat info yang diberikan secara lisan


Gaya Belajar Auditori
  • Mudah mengingat dari apa yang ia dengar
  • Belajar dengan membaca (bersuara) akan membantunya menghafal dengan baik karena secara otomatis mereka mendengar suaranya sendiri
  • Senang mendengarkan cerita
Kelemahan
  • Cenderung banyak bicara
  • Tidak bisa belajar dalam suasana yang ramai
  • Kurang tertarik memerhatikan hal-hal baru di lingkungan sekitarnya


Gaya Belajar Kinestetik
  • Gemar menyentuh sesuatu yang disukainya menggunakan obyek nyata sebagai alat bantu belajar (misal, belajar berhitung menggunakan lidi)
  • Menyukai eksperimen
  • Mempunyai kemampuan gerakan fisik dan koordinasi tubuh yang baik
  • Saat membaca menunjuk kata-kata dengan jari tangan
  • Menggunakan gerakan tubuh untuk mengungkapkan atau berbicara
Kelemahan
  • Sulit mempelajari hal-hal yang bersifat abstrak
  • Tidak bisa duduk diam saat belajar
  • Energinya cukup tinggi sehingga jika tidak disalurkam dapat berpengaruh pada konsentrasi belajarnya

Cara pengajaran di sekolah tentu saja juga berpengaruh terhadap prestasi anak, mungkin saja cara yang diterapkan setiap guru dalam mengajar berbeda-beda. Oleh karena itu terkadang kita menemukan anak kita mendapat nilai baik di bidang matematika misalnya, namun di bidang IPA tidak demikian. Nah, ini bisa jadi bahwa mereka memahami cara pengajaran yang diberikan oleh guru A daripada guru B. menjalin komunikasi denga guru juga kan membantu anak anda dalam berprestasi di sekolah. So, jangan salahkan anak sepenuh ya. Be wise Mom !

Tips Menjadi Orang Tua yang Matang

Memahami bakat dan kemampuan anak akan menjadi kunci bagi orang tua dalam mendidik anak dalam menciptakan karakter dan kepribadian serta kemampuan yang dimiliki sesuai dengan yang ada dalam diri anak. Tidak memaksakan kehendak yang diinginkan orang tua tetapi mampu mengikuti jalan pemikiran anak akan membuka pintu dalam mencerdasakan anak-anak kita baik bidang akademis maupun non akademis. Untuk itu, Sangat penting bagi orang tua dalam mendidika anak untuk mengetahui,"Manakah kemampuan anak saya yang bisa menjadi kelebihannnya untuk mengikuti persaingan di dunia pendidikan ?" 
Maka, sebagai orang tua, jadilah orang tua yang bijaksana !
Semoga Membantu !
#sahabatkeluarga