10 Orang Terkenal Pengidap Sindrom Asperger

Sebagian orang mungkin tidak terlalu mengenal jenis sindrom satu ini. Kehadiran orang-orang pengidap sindrom asperger masih dianggap normal oleh umumnya orang-orang.

Hal ini karena pada dasarnya, orang dengan sindrom asperger tidak terlihat seperti orang yang berkebutuhan khusus.

Sindrom asperger lebih mengarah pada kelainan kepribadian yang berkaitan dengan kemampuan sosial pada diri seseorang.

Orang terkenal pengidap sindrom asperger

Sindrom Asperger, apa itu?

Sindrom asperger adalah salah satu bentuk sindrom perkembangan (high-functionism) dalam sirkum autisme. Penemunya adalah seseorang yang bernama Hans Asperger.

Sindrom Asperger merupakan salah satu kelainan mental yang berkaitan erat dengan autisme, tetapi bukan digolongkan sebagai autisme atau keterbelakangan mental.

Seseorang dengan Asperger memiliki tingkat intelektual yang lebih tinggi dari rata-rata orang dengan autisme.

Seseorang dengan Sindrom Asperger biasanya memiliki ketertarikan khusus dengan ilmu pengetahuan yang istimewa, seperti pemrograman komputer, riset, dan bidang penulisan, serta bidang lain yang cenderung menyendiri dan tidak bergantung pada orang lain.

Baca juga: Cara Ubah Insecure Menjadi Bersyukur

Namun, dibalik itu, orang dengan sindrom asperger membutuhkan perhatian khusus sebab pengendalian emosi yang dimilikinya tidak stabil. Mereka juga memiliki kemampuan yang buruk dalam sosial serta komunikasi.

Akan tetapi, beberapa orang dengan sindrom Asperger memiliki kemampuan berbicara yang unik dan spektakuler saat berorasi di depan publik atau forum. Sekali mereka menampakkan kemampuannya, siapapun yang menyaksikannya akan dibuatnya terpukau.

Hans Asperger, Pencetus Sindrom Asperger

hans asperger

Selain sebagai pencetus sindrom asperger, ia sendiri juga didiagnosis sebagai sindrom ini. Ia terkenal setelah kematiannya dari ketertarikannya secara khusus dalam psikologi anak-anak.

Karyanya sebagian besar tidak diperhatikan selama masa hidupnya kecuali beberapa penghargaan di Wina, dan studinya tentang gangguan psikologis memperoleh ketenaran dunia hanya secara anumerta.

Dia menulis lebih dari 300 publikasi, kebanyakan tentang kondisi yang dia sebut psikopati autistik (AP).

Hans Asperger lahir di Wina, Austria, dan dibesarkan di sebuah pertanian tidak jauh dari kota.

Anak tertua dari tiga bersaudara, Asperger mengalami kesulitan mencari teman dan dianggap sebagai anak yang kesepian dan terpencil.

Dia berbakat dalam bahasa; khususnya, dia tertarik pada penyair Austria Franz Grillparzer, yang puisinya sering dia kutip kepada teman-teman sekelasnya yang tidak tertarik.

Ia juga suka mengutip dirinya sendiri dan sering menyebut dirinya sendiri dari perspektif orang ketiga.

klinik asperger

Bermula dari seorang anak yang terdeteksi dengan gejala yang sama dengannya, akhirnya ia memutuskan untuk mendalaminya.

Ia menemukan sebuah fakta bahwa ada hubungan dan keterikatan antar kepribadian dan intelektual yang tidak biasa seperti dirinya dan kelakuan yang dimiliki.

Sebagai referensi yang tidak usai ditelitinya. Ia meninggal sebelum identifikasi pola perilaku ini dikenal luas.

Pada awal 1990-an, pekerjaan Asperger mendapat perhatian karena penelitian Wing tentang subjek dan terjemahan Frith.

Penelitiannya yang mengarah pada kondisi eponim dimasukkan dalam Klasifikasi Statistik Internasional dari Penyakit dan Masalah Kesehatan Terkait revisi ke-10 (ICD-10) pada tahun 1993 , dan revisi ke-4 dari American Psychiatric Association's Diagnostic and Statistics Manual of Mental Disorders (DSM-IV), sekitar setengah abad setelah penelitian asli Asperger.

Mengapa Sindrom Asperger muncul sebagai sindrom?

Secara fisik, memang anak dengan Sindrom Asperger terlihat sebagai anak normal dan terlihat biasa. Namun, yang paling dapat terlihat dari mereka adalah tidak banyak bicara.

Hans Asperger mengelompokkan sindrom ini pada anak-anak yang semula salah diagnosis sebagai autisme. Meskipun akhirnya dikelompokkan secara berbeda.

Cabang Asperger lebih tinggi dari autisme, sebab anak dengan sindrom ini lebih bisa mengatur kelakuan dan secara sadar melakukan sesuatu. Sedangkan anak dengan autisme tidak demikian.

Asperger dalam masalah kehidupan autisme.

Tidak ada alasan khusus, sebab seseorang dengan sindrom ini akan tampak seperti anak biasa. Yang paling menonjol memang kebiasaan mereka yang terkadang bertabrakan dengan fakta yang ada.

Mereka tidak bisa membedakan kepekaan dengan orang lain, juga dengan dirinya. Mereka tidak bisa mengendalikan kebiasaan yang muncul tanpa dikehendakinya.

Misal, mereka suka menyusun barang-barang menjadi sebuah menara. Kaleng bekas, bopolin, batu, atau bahkan buku besar. Kebiasaan unik mereka adalah sebuah aktivitas yang tidak biasa.

Mereka juga membutuhkan perhatian khusus serta kehangatan dari orang-orang di sekitarnya. Jika tidak, maka akan muncul sebuah pergulatan batin yang hebat dalam diri mereka, bahkan berujung depresi.

Kemampuan mereka untuk menghadapi masalah secara mandiri cukup hebat. Namun, untuk masalah dalam sosial, mereka sangat buruk. Sebab itu, tidak jarang seseorang dengan sindrom asperger mengalami objek ejekan teman-teman sebayanya, bahkan dikucilkan.

Fakta dibalik sindrom asperger

Saya hanya ingin menegaskan bahwa sindrom ini bukanlah suatu kelainan psikologi yang harus dibenci. Dan ini juga berkaitan dengan pengalaman saya sendiri yang terdiagnosis dengan sindrom ini. Hingga pengalaman yang membuat saya tidak memiliki teman sebab saya buruk dalam berteman.

Diagnosis seorang psikolog yang hingga saat ini tidak bisa saya lupakan, dan tidak hentinya saya menyalahkan diri saya. Namun, saya sadar, ini bukanlah sesuatu yang membuat kita mengurung diri dari sosial. Pasti akan ada ruang yang akan menerima kehadiran tanpa melihat kekurangan kita.

Karena stigma masyarakat yang masih lekat melihat seseorang dengan kelainan jiwa itu buruk. Padahal, orang dengan kelainan jiwa ini tidak menginginkan keadaannya menjadi seperti itu.

Saya hanya ingin, mungkin kalian yang mengalami permasalahan mental yang serupa, meski bukan termasuk dalam sindrom ini, saya ingin kalian menerima diri kalian apa adanya.

Berhentilah menyalahkan diri sendiri dan mulailah apresiasi dirimu. Kamu adalah versi terbaik karena mampu bertahan menghadapi pelik kehidupan hingga saat ini. Tidak ada yang akan menghargai kalian, kecuali diri kalian sendiri yang memberikannya.

buku karya isaac asimov
Beberapa karya Novel Isaac Asimov | Seorang Penulis yang Diklaim Mengidap Sindrom Asperger

Baca juga: Cara Menghilangkan Pikiran Negatif

Daftar Orang Terkenal yang Ternyata Pengidap Sindrom Asperger

Menjadi seseorang dengan kelainan mental atau kelainan jiwa bisa saja menjadi aib yang menyebabkan seseorang putus asa dan tidak percaya diri untuk hang up keluar. Namun, beberapa orang berikut ini justru tidak menjadikan kelainan kepribadian mereka sebagai penghalang untuk tetap maju menggapai impian dan harapannya.

Namun, sindrom asperger bukanlah sebuah penghalang, khususnya bagi beberapa orang di bawah ini.

Siapa saja mereka?

1. Vincent Van Gogh

Vincent Van Gogh

Vincent William van Gogh, seorang pelukis impresionis asal belanda yang terkenal dengan julukan "Pelukis gila yang disalahpahami."

Ia hidup antara 30 Maret 1853 - 29 Juli 1890, meninggal pada usia 37 tahun. Selama hidup, dia tidak sukses secara komersial, dan bunuh diri pada usia 37 setelah bertahun-tahun menderita penyakit mental, depresi, dan kemiskinan

Selama hidupnya, ia dikenal oleh orang-orang sebagai orang gila yang gagal. Ia sering mengabaikan stabilitas kesehatannya, makan tidak teratur, peminum berat, dan penyendiri.

Dia juga mengalami gejala psikotik episodik serta delusi yang membuatnya harus dirawat di rumah sakit jiwa Saint-Remy, kemudian pindah ke Auberge Ravoux di Auvers-sur-Oise dekat Paris, dia dirawat oleh dokter homeopati Paul Gachet.

Depresi berat yang menimpa pikirannya, menjadi latar belakang bunuh dirinya, dan ia meninggal dua hari setelahnya akibat luka-luka yang dibuatnya.

Namun, setelah kematiannya, reputasinya mulai tumbuh dan mulai dikenal sebagai pelukis jenis penting dalam sejarah yang tragis.

Pada abad 20, seorang ekspresionis Jerman dan Fauves menggabungkan gaya lukisan Van Gogh sehingga membuat karya Van Gogh populer dan sukses secara komersial.

Bahkan, diketahui pada satu dekade, Van Gogh melahirkan 2100 karya, termasuk 860 karya lukisan pastel oil dua tahun menjelang kematiannya.

Dalam imajinasi publik, Van Gogh kini dikenal sebagai seorang jenius yang disalahpahami, seniman "di mana wacana tentang kegilaan dan kreativitas bertemu".

Dari Van Gogh saya belajar, untuk sukses, kamu perlu "menggila" dengan keadaan yang terlalu berat untuk dihadapi.

Everyday is break, and burn, and end. Let's say, begin again. - Taylor Swift

2. Satoshi Tajiri

Satoshi Tajiri

Dikenal sebagai pengembang Game terkemuka di Jepang, khususnya Pokemon Nintendo. Ia juga menyutradarai seri film life action Detective Pikachu.

Ia lahir di wilayah Machida, Tokyo, pada 26 Agustus 1965 yang saat itu suasana tempat tinggalnya masih pedesaan. Satoshi kecil sering disebut "Dr. Bug" oleh kawan-kawannya sebab hobinya suka mengumpulkan serangga.

Namun, saat pembangunan perkotaan mulai diratakan di seluruh wilayah sehingga serangga mulai kehilangan habitatnya, Satoshi Tajiri ingin permainannya memungkinkan anak-anak untuk memiliki perasaan menangkap dan mengumpulkan makhluk seperti yang dia miliki.

Akhirnya, ia tertarik pada video game sebab masa mudanya yang hobi dengan game archade. Ia sering bolos kelas untuk mengambil kelas lain hingga akhirnya ia mendapat ijazah sekolah menengah.

Ia tidak mengambil kuliah, tetapi mengambil program vokasi degree selama dua tahun di Tokyo National College of Technology jurusan ilmu komputer dan elektronika.

Masa mudanya dihabiskan untuk mengejar ketertarikannya dalam dunia game hingga ia memenangkan kontes desain game untuk pertama kalinya yang disponsori Sega.

Lalu, mengapa ia didiagnosis sindrom asperger?

Para psikolog menelusuri rekam jejak masa lalunya. Sekilas, bukankah ia termasuk orang yang biasa saja?

Gambar

Jika kamu berpikir demikian, maka kamu perlu menanamkan fokus pada suatu hal: perhatian Satoshi terhadap hobinya tidak biasa.

inilah yang sebenarnya, hal yang kebanyakan orang tidak tahu tentang dia. Satoshi Tajiri adalah seorang autis high-functionism, yang digolongkan dalam Asperger.

Selain itu, orang dengan high-function autism memiliki kecenderungan fiksasi dan spesialisasi yang tidak biasa terhadap sesuatu. Dalam hal ini, perhatian Satoshi berbeda dengan anak biasanya.

Ketika dia mengumpulkan dan mempelajari serangga di masa mudanya, dia mencurahkan begitu banyak waktu luangnya sehingga teman-temannya memanggilnya “Dr. Bug. ”

Saya tidak akan terkejut jika itu menanamkan ide di kepalanya yang pada akhirnya akan menjadi Profesor Oak, sosok mentor di Pokemon Red dan Green / Blue dan kemudian Pokemon Yellow.

Juga, obsesi dengan bermain game di masa remajanya? Itu tidak hanya berarti mengikuti game terbaru yang keluar, dia benar-benar membongkar dan menyusun sistem gamenya sendiri untuk melihat cara kerjanya. Tingkat dedikasi yang intens itu lebih dari sekadar penggemar biasa.

3. Sir Isaac Newton

Isaac Newton

Terilhami sebuah pemikiran hanya karena sebuah apel yang jatuh dari pohon mengenai kepalanya. Tidak langsung membuangnya, tetapi justru memikirkan sebab akibatnya.

Kemudian, muncullah sebuah postulat yang digunakan hingga sekarang: hukum gravitasi.

Untuk seseorang yang memiliki perhatian khusus dan penyendiri memang hal ini tidak lagi suatu hal yang mengherankan bagi pengidap sindrom asperger.

Dalam revolusi sejarah, ia dikenal sebagai ilmuwan yang berpengaruh besar dalam meletakkan hukum fisika dasar dan kalkulus.

Dalam bukunya, Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica (Prinsip Matematika Filsafat Alam), Newton merumuskan hukum gerak dan gravitasi universal yang dominan sebelum akhirnya digantikan oleh teori relativitas.

4. Albert Einstein

Albert Einstein mengidap Sindrom Asperger

Albert Einstein, seorang ilmuwan, fisikawan, juga matematis yang terkenal sepanjang sejarah sebab teori relativitasnya.

Seseorang yang dikenal dunia sebagai jenius ini rupanya juga pengidap mental disorder, yakni Sindrom Asperger.

Baik Isaac Newton maupun Albert Einstein, keduanya dirumorkan, bahkan didiagnosis mengalami Sindrom Asperger.

Baron Cohen seorang ahli dari Universitas Cabridge, juga matematikawan Ioan James dari Universitas Oxford menilai ciri-ciri kepribadian Newton dan Einstein untuk melihat apakah mereka menunjukkan tiga gejala utama sindrom Asperger: minat obsesif, kesulitan dalam hubungan sosial, dan masalah komunikasi.

Menurut Simon Baron-Cohen, Einstein dan Newton mungkin telah menunjukkan banyak tanda sindrom Asperger, suatu bentuk kondisi yang tidak menyebabkan kesulitan belajar.

5. Isaac Asimov

Isaac Asimov

Isaac Asimov, seorang penulis fiksi sains dari Amerika juga seorang professor biokimia di Universitas Boston.

Asimov adalah seorang penulis produktif yang menulis atau mengedit lebih dari 500 buku dan diperkirakan 90.000 surat serta kartu pos.

Asimov juga menulis misteri dan fantasi, serta banyak nonfiksi. Sebagian besar buku sains populernya menjelaskan konsep dengan cara historis, sejauh mungkin ke masa ketika sains tersebut berada pada tahap yang paling sederhana.

Keberadaannya yang dirumorkan serta mendapatkan diagnosis pengidap sindrom asperger jauh setelah kematiannya pada 6 April 1992.

6. Susan Boyle

susan boyle

Susan Boyle adalah seorang penyanyi yang mengejutkan dunia melalui audisi Britain's Got Talent 2009. Ia membawakan lagu dengan sempurna berjudul "I Dreamed a Dream" dari the Broadway show Les Misérables.

Berkat suaranya, ia berhasil menjadi seorang penyanyi yang sukses, berjalan-jalan keliling dunia, dan membuat setiap orang terpukau dengan suaranya. Namun, siapa sangka jika ia rupanya mengidap sindrom asperger.

Susan Boyle sendiri juga tidak menyadari jika ia mengidap sindrom asperger, meskipun petunjuknya - masalah dengan kontak mata, kecemasan, dan penarikan diri dari sosial secara tiba-tiba dan emosional dalam situasi yang tidak nyaman - ada di mana-mana. Masuk akal ketika dokter Boyle memberi tahu dia bahwa dia menderita kelainan itu.

7. Greta Thunberg

Greta Thunberg

"Does Thunberg have Autism? - Red. Sindrom Asperger"

Pertanyaan tersebut sering kali dipertanyakan mengenai keberadaan Greta Thunberg yang dikenal dunia sebagai aktivis lingkungan.

Ia adalah seorang Swedish sekaligus penggerak perubahan iklim bumi menjadi lebih baik melalui orasi-orasinya.

Sindrom asperger, yang merupakan diagnosis spektrum autisme, membuatnya lebih obsesif mengenai tindakan-tindakannya.

Keputusan untuk menyeberangi Samudra Atlantik dengan kapal pesiar bertenaga surya dalam perjalanannya menuju KTT Aksi Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa hanyalah salah satu contoh pemikiran seperti itu.

Dalam TEd Talk, saat ditanya, "Does Greta have Aspergers?"

Dia menjawab, "I was diagnosed with Asperger’s syndrome, OCD and selective mutism. That basically means I only speak when I think it’s necessary. Now is one of those moments."

Akan tetapi, kebenaran sesungguhnya mengenai keberadaannya yang terdiagnosis sindrom asperger masih dalam pertanyaan.

8. Michael Jackson

Michael Jackson

Lagi-lagi dengan pertanyaan yang sama, apakah Michael Jackson mengidap sindrom asperger?

Terkenal sebab lagu-lagunya yang khas dan jogetan dansa yang tidak biasa sebagai cirinya. Busana yang nyentrik serta make up tebal identik dengannya.

Siapa di dunia ini yang tidak mengenalnya, meski sekarang hanya tinggal nama? Namun, siapa sangka jika Michael Jackson dirumorkan memiliki kelainan sindrom asperger.

Tidak ada publikasi resmi terkait dengan sindrom asperger yang dialami Michael Jackson. Fakta ini hanya dirumorkan sebab kebiasaannya yang hampir mirip dengan kepribadian asperger.

Orang-orang akan berspekulasi tentang berbagai kemungkinan kondisi yang mungkin dia miliki yang menjelaskan tindakannya.

Namun, hanya seorang profesional yang dapat membuat diagnosis tersebut dengan akurat, dan belum ada profesional seperti itu yang diketahui telah membuat diagnosis seperti itu.

9. Bill Gates

Bill Gates

Bapak komputer atau penemu Microsoft?

Pasti sudah tidak asing dengan nama ini. Yup, salah satu founder dalam dunia teknologi yang berpengaruh, penemu OS, Microsoft dengan berbagai produknya yang revolusioner. Dan tidak satupun yang menyangka, ia pernah memiliki keterikatan dengan Apple, Mac.

Memutuskan keluar dari Harvard dan lebih memilih untuk mengembangkan ketertarikannya secara lebih mendalam tentang dunia komputer dan sistem operasi hingga melahirkan Microsoft.

Sebuah ketertarikan intens yang mendalam dan tidak biasa, membuatnya dirumorkan menjadi salah satu seseorang yang mengidap sindrom asperger.

Selain itu, kepribadiannya yang cenderung tidak banyak berbicara, fokus yang luar biasa terhadap suatu hal, memiliki pola belajar yang tidak biasa, serta kebiasaan aneh lain juga menjadi faktor untuk itu.

Namun, diagnosis resminya belum dipublikasikan apakah ia benar-benar mengidap sindrom asperger atau tidak.

10. Jessica-Jane Applegate

Jessica-Jane Applegate

Di Indonesia, mungkin nama ini tidak terlalu dikenal, tetapi di mata dunia, ia adalah seorang penggerak perubahan.

Applegate adalah seorang perenang Paralympic dari Inggris dengan klasifikasi gaya renang bebas dan gaya punggung.

Applegate bersaing dalam klasifikasi S14 untuk perenang dengan disabilitas intelektual, terutama gaya bebas dan gaya punggung yang lebih memilih jarak yang lebih pendek.

Mengenai diabilitas intelektualnya, sebuah laporan dari The Current menyatakan bahwa Applegate hidup dengan tantangan dari sindrom asperger yang dideritanya.

Namun, sejak karirnya dalam olimpiade renang tahun 2011, ia menjadi salah satu wanita yang menginspirasi dengan disabilitas intelektual di dunia.

Itulah beberapa orang terkenal yang rupanya adalah pengidap sindrom asperger. Meskipun, memiliki keterbatasan, mereka tidak menjadikan keterbatasan itu sebagai pernghalang. Justru, mereka jadikan sebagai cambukan untuk terus apresiasi diri dan maju meraih apa yang telah dicita-citakan.

At least, tetaplah semangat menggapai apa yang kamu impikan, terus ekslorasi batas diri hingga kita mampu bahagia dengan apa yang selama ini sulit kita percayai.