{ "@context": "https://schema.org", "@type": "WebSite", "url": "https://www.kurotasanry.com/", "name": "Kurotasanry", "alternateName": "Kurotasanry", "potentialAction": { "@type": "SearchAction", "target": "https://www.kurotasanry.com/search?q={search_term_string}&max-results=12", "query-input": "required name=search_term_string" } } -->

Apa itu Post Meta? Pengantar Bidang Kustom WordPress

Apa itu post meta? 

Post meta bisa diartikan sebagai meta deskripsi dari setiap postingan. Namun, ada beberapa klasifikasi post meta berdasarkan jenisnya.

Saya mengenalnya saat mencari tahu tentang custom field. Hal ini baru saya ketahui saat saya mencari tahu mengenai penyebab masalah beberapa gambar attachment dalam blog WordPress saya tidak terindex di google.

Apa itu post meta?

Hal ini rupanya karena saya tidak mengunggah gambar, melainkan saya hanya attachment gambar dari sumber link.

Kamu mungkin juga pernah mendengar bahwa WordPress memiliki fitur yang disebut "bidang khusus" atau custom field

Informasi dari Codex WordPress mengatakan bahwa post meta ada kaitannya dengan custom field, yang mana dikenal sebagai meta-data.

Jadi, fitur seperti bidang khusus (custom field), meta posting, dan meta-data di WordPress semuanya merujuk pada hal yang sama. Informasi tambahan ini disimpan ke CMS WordPress sebagai objek posting dan dikaitkan dengan ID postingan yang berupa angka seperti pada gambar .

Id postingan di wordpress

Post-meta sebenarnya memiliki fungsi yang sama untuk semua objek-post WordPress. Artinya, kita dapat menyimpan dan menggunakan post-meta untuk setiap halaman (pages) atau jenis custom post dengan cara yang persis sama seperti yang kita lakukan untuk mengunggah postingan.

Namun, apa saja yang dapat kita simpan dan digunakan sebagai post-meta? Jawaban singkatnya: Hampir semuanya. Kami menggunakan contoh berikut:

  • Mood: Senang
  • Sedang Membaca: Cinderella
  • Mendengarkan: Rock Around the Clock
  • Cuaca: Panas dan lembap

Kamu juga bisa memasukkan script berupa:

  • Warna latar belakang postingan: # FF0000
  • Subtitle: Subtitle Posting Saya
  • Show Social Links?: true

Jenis informasi yang dapat kamu simpan hampir tidak terbatas. Namun, jika kamu berencana untuk menyimpan informasi kategorikal, dan tidak ingin menggunakan Kategori atau Tag Post bawaan WordPress, kamu mungkin lebih baik melewatkan meta post, dan menambahkan taksonomi kustom sendiri sebagai gantinya.

costum field

Custom Field dibangun dengan UI yang belum sempurna *built-in di post editor. Kamu mungkin perlu mengaktifkannya. 

Jika kamu menyematkan script berikut ke dalam file functions.php pada theme WordPress, kamu akan melihat semua custom meta (field) khusus yang terkait dengan entri tertentu dari dalam halaman editor entri.

Contoh:

function wpsnipp_show_all_custom_fields () {

    if (isset ($ _GET ['post'])) {

        $ post_id = absint ($ _GET ['post']);

        ?>

        <div id = "message" class = "updated">

            <h3> Semua meta posting: </h3>

            <xm” <? php print_r (get_post_meta ($ post_id)); ?> </xm”

        </div>

        <? php

    }

}

add_action ('all_admin_notices', 'wpsnipp_show_all_custom_fields');


Memasukkan script sebagai percobaan adalah cara yang bagus untuk menentukan apakah meta-post kamu benar tersimpan, atau jika ada. Kamu dapat mengikuti langkah-langkah memasang costum field meta-post melalui screenshoot berikut ini.

Baca juga: Script custom field di wordpress

Apa itu post meta?

  1. Yang pertama adalah meta-post key. Meta-post key adalah pengenal untuk informasi di mana kamu akan membahasnya nanti. Mulai sekarang, saya akan merujuknya sebagai $meta_key.Kamu akan menggunakan $meta_key itu dalam pemanggilan fungsi yang berbeda:

  • get_post_meta( $post_id, $meta_key, true ) Dalam script di atas, kami menggunakan get_post_meta dengan hanya satu parameter yang diteruskan, $post_id, tetapi umumnya Anda juga ingin meneruskan $meta_key dan parameter $single. Saya akan jelaskan lebih lanjut di nomor 3.
  • update_post_meta( $post_id, $meta_key, $new_value )
  • add_post_meta( $post_id, $meta_key, $meta_value, $unique )

2. Underscore di awal dua meta-keys ini memberi tahu WordPress bahwa mereka adalah bidang tersembunyi atau "hidden fields", artinya mereka tidak akan muncul di editor Custom Fields standar. Keduanya yang kamu lihat di tangkapan layar ini adalah meta-data fields yang disimpan WordPress sebagai fitur revisi postingan.

3. Bagian ketiga adalah bidang baris nilai (value row) yang dapat kamu periksa.

4. Saat ini kamu dapat melihat nilai dengan hanya satu baris, tetapi kamu dapat menambahkan beberapa baris nilai melalui fungsi add_post_meta

Field ini tidak sering digunakan, tetapi bisa berguna untuk menanyakan nilai meta data yang berada di luar cakupan artikel. Saat menggunakan fungsi get_post_meta, kamu harus menentukan parameter ketiga menjadi "true" untuk mendapatkan nilai singular, yaitu dalam kasus kami hanya akan menjadi 'sample field value'. Jika kamu tidak menentukannya, WordPress secara default akan memberi semua baris nilai dalam 'array' dan kamu harus memisahkan value yang Anda butuhkan sendiri. Sekali lagi, sangat jarang ada sebuah kejadikan di mana kamu akan mengabaikan ketiga parameter ini, karena sangat penting.

Ok! Kami telah membahas get_post_meta dengan cukup menyeluruh di artikel ini. Kami akan melanjutkan di artikel berikutnya dengan panduan mendalam tentang fungsi update_post_meta dan add_post_meta.

Templekan di kolom komentar apabila kamu memiliki pertanyaan terkait custom field dan meta post.

Catatan: Ada banyak plugin dan sumber coding yang dapat digunakan membuat input kode custom field dan custom metabox. Contoh plugin WordPress yang dapat digunakan untuk input kode costum field meta post adalah Advanced Custom Fields, dan contoh generator kode adalah CMB2 (meskipun CMB2 juga sebuah plugin).

You may like these posts

  1. To insert a code use <i rel="pre">code_here</i>
  2. To insert a quote use <b rel="quote">your_qoute</b>
  3. To insert a picture use <i rel="image">url_image_here</i>