{ "@context": "https://schema.org", "@type": "WebSite", "url": "https://www.kurotasanry.com/", "name": "Kurotasanry", "alternateName": "Kurotasanry", "potentialAction": { "@type": "SearchAction", "target": "https://www.kurotasanry.com/search?q={search_term_string}&max-results=12", "query-input": "required name=search_term_string" } } -->

9 Cara Menghadapi Lingkungan Kerja Toxic

beberapa cerita mengenai cara menghadapi lingkungan kerja toxic berdasarkan pengalaman beberapa rekan di linkedIn, yaitu tetap menjadi baik dan...

 

lingkungan kerja toxic

"Kenapa ya, aku tidak resign saja dari sini?"

"Kira-kira nanti kalau aku resign, bakal susah nggak ya dapat kerja lagi?"

Beberapa pertanyaan itu mungkin pernah muncul dalam benak kamu saat ini. Jika posisi kamu ada dalam kondisi lelah dengan beban dan lingkungan kerja, maka langkah kamu sudah tepat dengan mengunjungi laman ini. Hal utama yang dapat kamu pertimbangkan lebih dahulu adalah "Resign-lah di tempat dan waktu yang tepat!"

Bukan berarti selamanya kamu harus bertahan juga dalam perusahaan yang kamu rasa overload. Ada beberapa pertimbangan mengenai cara menghadapi lingkungan kerja toxic. Jadi, kamu tidak perlu ragu mengenai keputusan yang akan kamu ambil selama kamu mempertimbangkan cara menghadapi lingkungan kerja toxic berikut.

Cara menghadapi lingkungan kerja toxic

Bukan perkara mudah bertahan di lingkungan kerja toxic. Kondisi lingkungan kerja toxic adalah kondisi lingkungan kerja yang sudah tidak mendukung untuk kesehatan mental kamu, seperti masalah rekan kerja yang tidak suportif, tidak ada kesempatan pengembangan karier, atasan yang pelit ilmu, jam kerja overtime, dan sebagainya.

Sebelumnya, ada beberapa cerita mengenai cara menghadapi lingkungan kerja toxic berdasarkan pengalaman beberapa rekan di linkedIn. Salah satu pilihan yang paling baik adalah tetap menjadi baik dan fokus dengan diri sendiri.

Terburu-buru resign bukan solusi menghadapi lingkungan kerja toxic. Lalu, bagaimana cara menghadapi lingkungan kerja toxic yang tepat? Berikut beberapa cara menghadapi lingkungan kerja toxic yang dapat kamu pertimbangkan.

1. Tegaskan apa yang dapat dan tidak dapat dikontrol

cara menghadapi lingkungan kerja toxic

Publikasi dari Harvard Business School menyatakan bahwa penyebab utama dari lingkungan kerja beracun adalah rekan kerja yang menyebalkan. Tidak sedikit orang yang mengeluhkan bahwa fake people around us in office.

Salah satu cara menghadapi lingkungan kerja toxic adalah dengan memulai dari diri kamu sendiri. Perkuat mental kamu untuk 'berperang' setiap saat menghadapi orang-orang menyebalkan yang ada dalam lingkungan kerja.

Orang-orang menyebalkan akan selalu ada di mana pun kita berada. Oleh karena itu, solusi terbaik adalah dengan fokus pada apa yang dapat kita kontrol, yaitu diri sendiri. Hal-hal yang tidak dapat dikontrol, seperti orang lain yang menyebalkan, cukup kamu abaikan.

2. Buat batasan yang jelas

lingkungan kerja toxic

Batasan yang jelas harus dapat kamu buat secara tegas! Perkara di kantor haruslah selesai di kantor. Di rumah, kamu harus fokus dengan diri sendiri.

Ketika menghadapi suatu permasalahan di kantor, maka akan lebih baik jika kamu dapat menyelesaikannya dengan tegas. Misal, kamu ada masalah dengan rekan kerja yang mungkin tidak menyukai keberadaan kamu.

Apabila kamu dapat secara tegas menyelesaikan masalah perihal mengapa ia tidak menyukai kamu dan kamu mengetahui alasannya, maka kamu akan merasa lebih tenang setelah mendengar dan menyelesaikannya secara langsung dengannya.

Permasalahan umum yang muncul ketidaknyamanan dalam lingkungan bekerja adalah ketidakberanian untuk berbicara. Oleh karena itu, jika kamu mendapati seseorang dengan jelas menolak keberadaan kamu, tegaskanlah apa yang membuatnya tidak menyukai kamu.

Hal ini tentu saja dapat kamu terapkan jika kamu betul-betul mengumpulkan keberanian dan mampu membuat batasan secara tegas. Meskipun cukup menakutkan pada awal mengumpulkan mental keberanian, tetapi jika kamu mampu menghadapinya secara langsung, maka yang ada setelahnya adalah perasaan lega. Jika tidak percaya, maka cobalah!

3. Carilah hal yang positif, apapun!

menghadapi lingkungan kerja toxic

Tentu tidak semua hal di lingkungan kerja bersifat negatif. Terkadang, perasaan tidak nyaman dapat muncul karena diri kita sendiri yang tidak mampu memandang hal-hal yang sesungguhnya positif untuk kita.

Jika kamu mampu beranjak dari pikiran tidak nyaman kamu, kemudian berusaha memandang hal-hal yang positif, misalnya masih dapat mess gratis, makan siang, dan sebagainya, maka kamu akan sedikit demi sedikit melihat peluang di masa mendatang.

4. Jaga hubungan baik dengan rekan terpercaya

hubungan dengan rekan kerja

Jika kamu memiliki koneksi yang cukup baik dengan beberapa rekan lain, maka akan lebih baik jika kamu tetap 'menjadi orang baik' bersama mereka.

Rekan terpercaya adalah seseorang yang mampu melihat kamu dari sudut pandang lain daripada umumnya orang-orang melihat kamu, atau dengan kata lain ia mampu melihat sisi yang tidak dapat dilihat orang. Jika kamu menjumpai rekan seperti ini, maka jagalah hubungan dengannya.

5. Fokus pada diri sendiri

fokus dengan lingkungan kerja sendiri
Cara menghadapi lingkungan kerja toxic yang paling efektif adalah fokus pada diri sendiri. Lakukan berbagai upaya yang dapat mendukung pengembangan karier kamu di masa mendatang.

Pengembangan diri ini dapat berupa mengasah hobi, ikut webinar, ikut sertifikasi, maupun healing. Sesekali ambillah refreshing atau sekadar jalan-jalan untuk menjernihkan pikiran. Jangan terjebak dalam pikiran suram dengan mengurung diri di kamar.

Beberapa pengalaman kamu dari sertifikasi, webinar, hobi, dan sebagainya akan memperluas peluang kamu dalam pengembangan karier. Oleh karena itu, cukup fokus pada diri sendiri.

Baca juga: Cara Menghilangkan Negatif Thinking

6. Curhat pada seseorang yang kamu percaya di luar kantor

support system di luar kantor

Seseorang yang benar-benar kamu percaya dapat menjadi support system terbaik, terutama saat kamu berada dalam kondisi terpuruk. Dengan cara ini, kamu dapat melampiaskan dan melepaskan frustasi yang terpendam tanpa membawanya pulang.

Tanyakan pada teman yang kamu percayai apakah mereka bersedia meluangkan waktu untuk memberikan kamu kesempatan curhat kepadanya sesekali. Kamu bahkan dapat memberi tahu mereka bahwa kamu tidak memerlukan tanggapan, tetapi hanya butuh ruang aman untuk melepaskan frustasi yang terpendam.

Baca juga: Cara Menjadi Orang Kaya

7. Ciptakan ruang kerja yang positif

meciptakan ruang kerja positif

Cara ini dapat kamu terapkan apabila kamu memiliki bilik atau kantor sudut sehingga kamu dapat membuat meja kerja kamu memancarkan energi positif sesuai yang kamu inginkan.

Kamu dapat menggantung poster kecil berisi kalimat-kalimat positif, memasang foto orang yang kamu cintai, dan lain sebagainya. Lakukan apa yang perlu kamu lakukan untuk mengingatkan diri sendiri bahwa pekerjaanmu bukanlah segalanya dan kamu masih memiliki kehidupan yang bahagia di luar.

8. Hindari drama kantor

hindari drama kantor

Di mana pun kamu berada, mungkin kamu tidak akan terlepas dari gosip dan drama. Rekan kantor yang mengulang kembali cerita masa lalu kamu atau rekan lain di kantor. Dan yang menyakitkan kamu tidak dapat melakukan apapun untuk mengubahnya.

Cara terbaik untuk menghadapi drama semacam ini adalah mengabaikannya. Mungkin kamu akan mendapatkan feedback positif apabila dapat berkomunikasi langsung dengan orang yang terlibat dan meluruskan fakta yang sebenarnya terjadi.

Namun, jika kamu merasa cukup berat menghadapinya, maka langkah terbaik adalah menghindar dan mengabaikan, kemudian fokus dengan masalah diri sendiri yang dapat kamu kendalikan.

9. Atur strategi resign

atur strategi resign

Jika kamu hendak mengajukan surat pengunduran diri, maka ada beberapa strategi yang perlu kamu persiapkan. Setelah beberapa bekal yang siapkan, terutama dari kesiapan skill, maka kamu dapat mempertimbangkan untuk mengundurkan diri.

Alangkah baiknya apabila kamu telah menjalani serangkaian wawancara dari perusahaan lain dengan tidak menjelekkan citra perusahaan lama kamu, meskipun kamu cukup tahu bagaimana lingkungan beracun di tempat kamu bekerja sebelumnya.

Keputusan resign akan rasional setelah kamu mendapatkan tawaran pekerjaan lain yang lebih baik dan menurut kamu dapat lebih berkembang di perusahaan tersebut. Oleh karena itu, setiap keputusan akan selalu ada dalam diri kamu. Jangan ragu jika kamu telah sungguh memantapkan hati dan menemukan kesempatan yang lebih baik.

Memang bukan hal yang mudah untuk menemukan pekerjaan, tetapi kesempatan akan datang begitu bertemu dengan kesiapan. Persiapkan diri kamu dengan meningkatkan value diri yang lebih berkualitas sehingga kuantitas yang kamu dapatkan pun sesuai. See you on top!

Apakah kamu memendam cerita yang tidak bisa lagi kamu pendam? Kami menyediakan ruang #curhatonlinegratis untuk setiap masalah yang kamu alami. Yuk, kunjungi ruang curhat online - 🔗 

Cerita menginspirasi teman-teman kami bisa kamu baca di halaman Daily Life.

You may like these posts

1 comment

  1. Unknown
    ya harus menyesuaikan juga
  1. To insert a code use <i rel="pre">code_here</i>
  2. To insert a quote use <b rel="quote">your_qoute</b>
  3. To insert a picture use <i rel="image">url_image_here</i>